Senin, 31 Agustus 2015

Konsekuensi dari sebuah kata " Demokrasi ",,,,

Sekarang ini banyak rakyat Indonesia yang kecewa,marah dan entah apalagi kata yang pantas untuk presiden yang katanya bisa membawa perubahan di negeri ini dengan slogannya "kerja,kerja dan kerja". Kemarahan rakyat negeri ini dari mulai mahalnya berbagai macam komoditas pangan seperti daging sapi,ayam,cabe dan lain sebagainya, ditambah lagi dengan turunnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar amerika yang hampir mendekati ketika krisis ekonomi di tahun 1997, disaat kondisi ekonomi negeri ini kacau balau,,,ehh ini malah mengimpor tenaga kerja dari Negeri Cina secara besar - besaran dengan dalih untuk memikat para investor,,kacau nih orang logika berpikirnya susah dicerna sama kami yang orang awam,,,bayangkan,,,disaat kondisi ekonomi yang lagi goncang nga di PHK saja sudah syukur eh ini malah mendatangkan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar dari luar negeri. Kalau memang mau mendatangkan tenaga kerja dari luar negeri harusnya yang level pengambil keputusan setingkat manager mungkin,,bukannya level pelaksana kalau inimah dinegeri ini juga banyak.

Mungkin inilah yang harus dirasakan oleh rakyat Indonesia sebagai hasil dari demokrasi pilpres tahun 2014, dimana Jokowi-JK menang melawan Prabowo-Hatta, kita harus menelan pil pahit atas pilihan kita sendiri,,mudah - mudahan hal itu hanya untuk sementara waktu rakyat dibikin sengsara,,cilakanya kalau kondisi ini bukan pil yang bisa untuk menyembuhkan tapi ini adalah sebuah RACUN yang akan membinasakan rakyat Indonesia,,alangkah sedihnya.

Dulu ketika pilpres 2014 saya memilih Prabowo-Hatta, karena mereka berdualah yang dirasa akan cocok untuk memimpin negeri ini lima tahun kedepan, bukannya Jokowi-JK,,kenapa,,?? 

1. Karena waktu itu Jokowi masih memjadi Gubernur Jakarta yang baru beberapa bulan dia pimpin,,rasanya tidak elok kalau seseorang yang masih dipercaya untuk memimpin disuatu tempat kemudian dia mencalonkan lagi untuk level yang lebih tinggi.

2. Jusuf Kalla ketika di tahun 2004 dia sudah menjadi wakil presidennya SBY,,kalau memang dia akhirnya hanya menjadi wakil presiden lagi, ngapain dia dulu ditahun 2009 pecah kongsi dengan SBY nyape - nyapein saja kalau akhirnya dia masih jadi RI 2 bukan RI 1.

Tapi apa lacur ternyata sebagian rakyat indonesia lebih memilih pasangan Jokowi-JK dibandingkan pesaingnya Prabowo-Hatta,,jadi,,NIKMATI saja apa yang sudah kita menangkan dalam pilres kemarin,,makanya jadi orang itu jangan mudah tertipu dengan pemberitaan dari media yang bombastis, yang seolah - olah tidak ada celanya mereka berdua itu,padahal kita tahu,media yang paling banyak menyanjung Jokowi-JK adalah Metro TV yang sekarang kita tahu bahwa Surya Palohlah yang paling banyak menikmati keuntungan dari hasil pilpres kemarin.

Makanya untuk pengalaman ketika pilkada serempak atau pilpres tahun 2019,,jangan asal pilih kalau tidak ingin rakyat sengsara,,pilih yang cermat dan teliti jangan hanya karena pemberitaan di TV yang jor-joran kita nantinya akan menyesal untuk lima tahun kedepan. SALAM DEMOKRASI,!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar